Waktu bagi umat Islam adalah ibadah. Hari, tanggal, bulan dan tahun dalam Islam memiliki standar yang digunakan dalam semua kegiatan beribadah. Saya sangat senang tatkala Arab Saudi mencanangkan menjadikan Mekkah sebagai waktu dunia (MMT/Mecca Mean Time) menggantikan atau paling tidak menjadi alternatif bagi GMT (Greenwich Mean Time) yang telah ada sejak 1884.
Bila anda lihat dalam peta dunia Ka’bah di masjidil Haram itu posisinya berada di tengah-tengah bumi dilihat dari kutub utara maupun dari kutub selatan.
Menurut ulama Yusuf Qardawi, Mekkah lebih tepat ditetapkan menjadi
poros bumi. Ulama Mesir ini menegaskan
bahwa Mekka adalah meridian utama dan menjadi “titik keselarasan
magnetis sempurna”. Data ini dikuatkan oleh beberapa temuan ilmuwan Arab seperti Abdul
Basyit dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan bahwa tidak
ada gaya magnet di Mekkah.
Pencanangan ini kemudian diperkuat dengan dibuatkannya menara jam Mekah “the Royal Mecca Clock Tower” di depan Masjidil Haram. Menara Jam Mekkah ini sedang dalam proses pembangunan. Hanya saja Jam Mekkah telah mulai berdetak sejak 1 Ramadhan 1431 H. kemarin. Menara Jam Mekkah ini mengalahkan Big Ben di London. Big Ben tingginya cuma 94,8 meter dengan lebar 6,9 meter. Sedangkan Menara ini tingginya 600 meter dan akan menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia.
Menurut time.com keunikan Menara Jam Mekah adalah setiap datang waktu salat, 21
ribu lampu hijau dan putih akan berpendar-pendar mengingatkan kaum muslimin untuk salat. Lampu ini bisa dilihat dari
jarak 18 mil.
Jadi, apakah Anda mendukung Mekkah dijadikan sebagai standar waktu dunia, silahkan gabung di Facebook Dukung Mekkah Untuk Mecca Mean Time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar