Selamat Datang

Assalamu'alaikum wrwb.
Segala puji hanya milik Robb semesta alam, kebenaran yang mutlak hanyalah yang bersumber dari Kitabulloh dan SunahRosululloh SAW.
Ikhwah fillah , Islam memilki hitungan tahun sendiri, Islam pun memiliki hitungan bulan, dan Islam juga mempunyai hitungan hari sendiri...Tapi apakah kita tahu ternyata Islampun mempunyai hitungan jam tersendiri....Bagaimana dan Seperti apa ..?? silahkan menikmati yang dapat saya persembahkan ini.....semoga bermanfaat.
Jazakumulloh khoiron katsiir atas kunjungannya.
Wassalamu'alaikum wrwb.

Senin, 06 Desember 2010

Fakta Ilmiah Ka'bah sebagai Pusat Bumi dan Prototipe Alam Semesta

Fakta Ilmiah Ka'bah sebagai Pusat Bumi dan Prototipe Alam Semesta. (bag.01)

 Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.
Qs. Maa’idah 5:97.

AL HAKEEM 
(Yang Menetapkan Hukum-hukum Makhluk NYA)
Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”
Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
alt
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Prof. Hussain Kamel, menemukan suatu fakta mengejutkan bahawa Mekah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan itu, ia menarik garis-garis pada peta, dan setelah itu ia mengamati dengan saksama posisi ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak masing-masing.
Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan projek garis bujur dan garis lintang. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahawa Mekah merupakan pusat bumi atau dunia. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Ogos, 1978).
alt
Ka'bah sebagai pusat bumi : Perhatikanlah arah panah dari setiap arah penjuru di bumi, semua Ummat Islam melakukan Ibadah dengan mengarah pada satu Pusat (Kiblat) yaitu ke Ka'bah, baik pada saat melakukan shalat maupun saat menunaikan salah satu rukun berhaji, yaitu Tawaf. Hal ini sama seperti pergerakan Bumi dan planet-planet lainnya yang berpusat pada Matahari, atau sama seperti pergerakan Matahari dan bintang-bintang yang berpusat pada satu titik sehingga membentuk satu kelompok atau kumpulan bintang-bintang atau yang disebut dengan Galaksi.Setiap arah Rotasi dari bintang-bintang, Planet-planet dan benda lainnya dalam galaksi-galaksi tersebut membentuk lingkaran/ mengelilingi suatu pusat dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam, sesuai dengan Hukum/ aturan dalam melakukan Tawaf dalam salah satu Ritual Haji.
Gambar-gambar satelit yang muncul kemudian pada tahun 90-an menekankan hasil dan natijah yang sama, ketika kajian-kajian lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahawa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama masa geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan itu terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke arah Makkah.
Allah berfirman maksud-Nya: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri di sekelilingnya). (Qs.Asy-Syura: 7).
Kata Ummul Qura berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.
Ada beberapa ayat dan hadis nabawi yang memperkuatkan fakta ini. Allah berfirman maksud-nya: Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan). (ar-Rahman: 33).
Berdasarkan ayat ini dan beberapa hadis dapat difahamkan bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan langit.
Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.
Nabi SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit”.
Berdasarkan kajian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia.
Hal ini akan mengakhiri kontroversi yang timbul pada empat dekade yang lalu oleh kalangan Barat.
Ada banyak perdebatan ilmiah untuk membuktikan bahawa Mekah merupakan wilayah kosong bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut. Jika waktu Mekah diterapkan, maka mudah bagi setiap orang mengetahui waktu shalat

Sumber :cahyaiman

GAGASAN mengganti sistem Greenwich Mean Time (GMT)

)

GAGASAN mengganti sistem Greenwich Mean Time (GMT) yang dipakai sebagai acuan tatawaktu dunia saat ini menjadi system Ka’bah Universal Time (KUT) mungkin aneh bagi sebagian orang. Tapi bagi penulis buku, Bambang E Budhiyono, doktor Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyukai astronomi dan komputer ini, gagasan itu punya dalil-dalil ilmiah yang kuat, dan Al-Qur’an serta As-Sunnah untuk diterapkan secara luas di kalangan umat Islam dunia
Apa saja dalil-dalil itu? Benarkah gagasan ini bukan sekadar transformasi linear pergeseran koordinat meridian 0° dari Kota Greenwich ke arah “kanan” (ke Ka‘bah di Kota Makkah) sejauh 40 satuan derajat (+40° Bujur Timur Greenwich) pada bidang proyeksi Mercator? Lalu betulkah selama ini ummat Islam di seluruh dunia sudah terkecoh dengan sistem yang keliru, sehingga perlu meñata-ulang jadwal waktu ibadah harian ummat Islam di Indonesia dan ummat Islam yang berkedudukan di wilayah di antara Masjid I-Haram (terletak di meridian 40º Bujur Timur/BT Greenwich) dan “Garis Tanggal Internasional” (International Date Line atau meridian 180º Greenwich). Buku ini mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Bermula dari suatu malam di bulan Jumadi l-Awal 1415 (Oktober 1994), penulis kedatangan dua sahabat, salah satunya bernama Harits Abu Ukasyah, dan membawa oleh-oleh berupa beberapa buah “jam dinding” dengan bingkai terbuat dari kayu pinus limbah petikemas barang-barang impor - yang konon merupakan hasil rekayasa-ulang (re-engineering) mereka - berikut buku petunjuknya (“Jam Hijriyah: Solar Time”) yang ditulis oleh Harits Abu Ukasyah sendiri.

Yang unik pada jam dinding itu adalah semua jarumnya berputar dari kanan ke kiri, kebalikan dari arah perputaran jarum-jarum jam yang lazim kita kenal. Orang lazim menyebut gerak berlawanan arah jarum jam sebagai (counter clockwise). Keunikan lain yang ada pada sistem khronometer tersebut adalah pukul 00:00:00 sebagai “awal hari” bukan dimulai dari “tengah malam,” melainkan dari “petang,” berimpit dengan pukul 18:00:00 pada jam biasa.
Dari pertemuan dan oleh-oleh jam Hijriyah itu kemudian terjadi diskusi. Meskipun menyadari bukan atronomer professional, penulis ketika itu mengaku sangat tertarik untuk mengkajinya. Layangan pikiran penulis ketika itu adalah bagaimana penjelasan kedua sahabat penulis itu dapat dijadikan hujjah (argumentasi) mengapa arah gerak bagi hal-hal yang baik harus dimulai dari kanan ke kiri (halaman 2). Selain itu, mereka pun mencoba membuka-buka berbagai kitab hadits, mencari kalau-kalau ada nash yang dapat pula dijadikan sebagai hujjah.

Arah perputaran jarum “Jam Fithrah” dari kanan ke kiri tersebut juga sesuai dengan Sunnah Rasul, yakni “mendahulukan yang kanan dari yang kiri” dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang baik-baik, baik pekerjaan ibadah ukhrowi maupun pekerjaan duniawi, termasuk ber-Thawaf mengelilingi ka‘bah dalam rangkaian ibadah haji di Masjid l-Haram.
Oleh karena itu, “Jam Fithrah” dapat juga disebut “Jam Thawaf. Dalam urusan syari’ah, selain dalam ibadah Thawaf -yang arah putarannya dari kanan ke kiri (dilihat dari atas ke bawah atau dari posisi orang yang sedang ber-Thawaf), menolehkan wajah ke kanan terlebih dahulu daripada menoleh ke kiri juga wajib dalam pengucapan dua kalimat salam sebagai akhir ibadah shalat. Rasulullãh saw.

Dari kedua alasan tadi, nampaknya yang selama ini lazim kita sebut sebagai “clockwise” (searah jarum jam) sebenarnya lebih tepat kita sebut “counter naturalwise” (bertentangan dengan arah gerak alamiah); sedangkan yang lazim kita sebut sebagai “counter clock-wise” (kebalikan arah jarum jam) justeru lebih tepat disebut “natural-wise” atau “Fithrahwise” (searah dengan gerak alami atau searah dengan gerak Fithrah).

Menurut penulis, ummat Islam sebenarnya telah memiliki sistem tata - waktu sendiri, yakni sistem almanak qamariyah-syamsiyah (lunar and solar systems), yang ternyata tidak terlalu banyak dipahami oleh ummat Islam sendiri. Bagi ummat Islam, sistem almanak qamariyahsyamsiyah mengatur antara lain mengenai jumlah hari dalam setahun, mengapa 12 bulan dalam setahun, dan satu minggu (week) yang terdiri atas tujuh hari, yang semuanya bukan karya manusia atau hasil rekayasa, hasil perhitungan matematis-astronomis melainkan juga ketetapan Allãh yang Maha Memiliki Ilmu, yang dapat pula Anda temui di dalam Al-Qur’an.
Dijelaskan, ummat Islam di seluruh dunia mengakui keabsahan dan ketetapan (validity and applicability) sistem almanak syamsiyah yang membagi waktu satu tahun 365 hari, bukan karena penerapan tata waktu syamsiyah murni yang digunakan sebagai dasar bagi sistem almanak Grogorian atau almanak Masehi sejak 4 Oktober 1582, tapi karena hal itu memang ditemui di dalam Al-Qur’an.

Buku ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I, penulis menjelaskan sekitar awal munculnya gagasan KUT. Bab II membahas tentang konsepsi KUT, paradigma keterkecohan dan kembali kepada Kitabullah. Bab III mengupas awal hari bagi umat Islam meliputi sistem almanak Masehi dan sistem almanak Hijriah, mu’jizat Falaqiyah dan Imsyakiyah di balik peristiwa Hijrah. Lalu pada Bab IV dijelaskan soal penampakan hilal terbaik dan penetapan.

Pandangan yang aneh itu, diakui penulis, pada bagian Pengantar, ketika mengisahkan tanggapan seorang cendikiawan muslim dari ITB, yang menyebut konsepsi Ka’bah Universal Time atau Ka’bah Meridian System” yang digagasnya sebagai “sekadar transformasi linear”. Menurut professor itu, hanya sekadar pergeseran linear ‘awal hari’ dari meridian 180° Greenwich ke Meridian Nol Ka’bah atau pergeseran linear Meridian Nol Greenwich ke Meridian Nol Ka’bah.

Namun, tegas penulis, KUT ini bukanlah sekadar “transformasi linear” penggeseran koordinat meridian 0° dari kota Greenwich ke arah “kanan” (ke Ka‘bah di Kota Mekkah) sejauh 40 satuan derajat (+40° Bujur Timur Greenwich) pada bidang proyeksi Mercator. Justru konsepsiini pada hakikatnya adalah “transformasi hati dan pikiran” Ummat Islam dari “ketersesatan” dan “keterkecohan” untuk kembali kepada “fithrah”: Al-Qur’an dan As-Sunnah; agar disempurnakan ni‘matNya atas umat Islam dan agar umat Islam selalu mendapat petunjuk-Nya

Putaran Thawaf di Sekitar Makkah

Putaran Thawaf di Sekitar Makkah
Sesuai Putaran Tata Surya di Alam Raya . 
 

Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka’bah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam.  

Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.
 

  • Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam.
  • Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam.
  • Molekul-molekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. 
  • Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.
  • Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. 
  • Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.
 











 BAGAIMANA DENGAN ADA PADA GAMBAR INI ?
 APA YANG TERJADI BILA PUTARANNYA DI BALIK?
 PUTARAN PADA LINTASAN LARI












ARAH JARUM ULTIMETER KETIKA
KE ARAH MANA JARUM  PENUNJUKKNYA 
BERGERAK BILA MENGANDUNG MASA?
 










Tips.
Bagaimana mengusap/memijat wajah yang benar
Sebagian besar kita akan mengoleskannya dari bagian depan ke belakang. Sebagai contoh, di pipi kanan, Anda akan menggunakan tangan kanan, lalu memutarnya searah jarum jam. Dari bagian dekat dengan bibir ke arah telinga, jika Anda lihat arah putarannya, maka Anda berarti menarik kulit pipi ke bawah. Menurut tips dr Prihantini dari Erha Apothecary, Ia mengajarkan agar mencoba memijat wajah dengan arah yang berlawanan dengan gravitasi.....(para wanita tips yang cocok...hehehe) jangan salah putar lagi


Satu lagi para pengguna komputer perhatikan kearah mana ketika cursor dalam posisi proses/ loading ?


Lalu adakah bedanya rasa kopi seduh/teh manis yang diputar earah jarum jam dengan arah berlawanan ? silahkan di coba....

Sabtu, 27 November 2010

STOK PRODUKSI





SBC 225 UKURAN BESAR
 DALAM LEBAR !8CM
HARGA Rp; 50.000
 SKC 






 KBC 3301 UKURAN SEDANG 
HARGA  Rp.60.000
SKC 2201
UKURAN KECIL
HARGA Rp 40.00O


SKC 2202 
UKURAN KECIL
HARGA Rp. 40.000
  






KBC 554 
UKURAN BESAR KALIGRAFI
HARGA RP . 100.000

Jumat, 26 November 2010

PRODUKSI FITRAH 1429 H

PRODUKSI FITRAH 1429 H

HARGA PER UNIT
  • UK. KECIL BULAT Rp. 40.000,-
  • UK. BESAR BULAT Rp. 50.000,- 
 STOCK TERSEDIA : 
  • UK. KECIL DIAMETER LUAR 20 CM
  • BAHAN PLASTIK
  • BENTUK BULAT DAPAT DIJADIKAN JAM MEJA
  • MESIN STANDARD NAGOYA 
  • TERSEDIA 2  DESIGN BAGROUND JAM


STOCK TERSEDIA





"DAPATKAN HARGA KHUSUS UNTUK PEMESANAN 10 UNIT"
 PEMESANAN HUBUNGI : Email agensi.jamhijriyah@gmail